Sunan Ibnu Majah Hadits 1802 - Bebas Zakat Kuda dan Budak
Ketentuan Hukum Zakat Kuda dan Budak dalam Islam
Sunan Ibnu Majah : 1802
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1802
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ فِي عَبْدِهِ وَلَا فِي فَرَسِهِ صَدَقَةٌ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang muslim tidak ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat kuda dan budaknya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam memberikan keringanan dengan tidak mewajibkan zakat pada hewan tunggangan seperti kuda untuk keperluan pribadi.
- Budak yang dimiliki oleh seorang muslim tidak termasuk ke dalam objek harta yang wajib dikeluarkan zakatnya.
- Penetapan wajib zakat didasarkan pada ketentuan syariat, bukan atas perkiraan manusia semata.
