Sunan Ibnu Majah Hadits 1838 - Larangan Menjauhi Wanita (At-Tabattul)
Penolakan Rasulullah Terhadap Sikap Membujang Selamanya
Sunan Ibnu Majah : 1838
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1838
حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعُثْمَانِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ سَعْدٍ قَالَ لَقَدْ رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لَاخْتَصَيْنَا
Sa'd Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mematahkan pendapat Utsman bin Mazh'un untuk At Tabattul (menjauhi wanita sebagaimana pendeta), sekiranya boleh maka kami akan melakukannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam melarang keras tindakan At-Tabattul atau memutuskan diri dari pernikahan demi fokus beribadah.
- Rasulullah menolak keinginan sahabat Utsman bin Mazh'un yang berniat hidup membujang selamanya.
- Pernikahan adalah syariat yang harus dijalankan dan tidak boleh ditinggalkan dengan alasan memperbanyak ibadah ritual semata.
