Sunan Ibnu Majah Hadits 1868 - Kasah Pernikahan Anak Utsman bin Mazh'un
Pentingnya Musyawarah Wali: Kisah Putri Utsman bin Mazh'un
Sunan Ibnu Majah : 1868
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1868
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ حِينَ هَلَكَ عُثْمَانُ بْنُ مَظْعُونٍ تَرَكَ ابْنَةً لَهُ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَزَوَّجَنِيهَا خَالِي قُدَامَةُ وَهُوَ عَمُّهَا وَلَمْ يُشَاوِرْهَا وَذَلِكَ بَعْدَ مَا هَلَكَ أَبُوهَا فَكَرِهَتْ نِكَاحَهُ وَأَحَبَّتْ الْجَارِيَةُ أَنْ يُزَوِّجَهَا الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ فَزَوَّجَهَا إِيَّاهُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Ketika 'Utsman bin Mazh'un meninggal, ia meninggalkan seorang puteri. Ibnu Umar berkata: "Lalu pamanku, Qudamah, menikahkan aku dengannya tanpa bermusyawarah terlebih dahulu hingga ia tidak mau untuk menikah. Qudamah adalah paman gadis itu. Hal itu terjadi ketika Bapaknya meninggal. Wanita itu ingin agar pamannya menikahkan dirinya dengan Al Mughirah bin Syu'bah, maka pamannya menikahkannya dengan Al Mughirah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang paman yang bertindak sebagai wali setelah wafatnya ayah wajib mengajak anak perempuan tersebut bermusyawarah sebelum menikahkannya.
- Anak perempuan berhak menolak pernikahan yang direncanakan oleh walinya jika dilakukan tanpa persetujuannya.
- Keinginan anak perempuan dalam memilih calon suami yang disukainya harus dihormati dan difasilitasi oleh wali selama calonnya baik.
