Sunan Ibnu Majah Hadits 1869 - Hukum Nikah Tanpa Wali
Ketentuan Hukum Syariat Pernikahan Tanpa Wali: Nikah Adalah Batil
Sunan Ibnu Majah : 1869
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1869
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ لَمْ يُنْكِحْهَا الْوَلِيُّ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَإِنْ أَصَابَهَا فَلَهَا مَهْرُهَا بِمَا أَصَابَ مِنْهَا فَإِنْ اشْتَجَرُوا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wanita mana saja yang tidak dinikahkan oleh walinya, maka nikahnya adalah batil. Nikahnya adalah batil. Jika suaminya telah menyetubuhinya, ia berhak mendapatkan maharnya karena persetubuhan tersebut. Jika mereka berselisih, maka penguasa adalah wali bagi yang tidak mempunyai wali."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keberadaan dan izin dari wali merupakan syarat mutlak sahnya suatu pernikahan bagi seorang wanita dalam Islam.
- Pernikahan yang dilakukan secara sepihak tanpa wali dihukum sebagai pernikahan yang batil (tidak sah).
- Jika terjadi perselisihan wali atau tidak adanya wali sama sekali, maka penguasa (Sultan/pemerintah) bertindak sebagai wali yang sah.
