Sunan Ibnu Majah Hadits 1912 - Kesopanan Rasulullah dalam Hubungan Suami Istri
Kesaksian Aisyah Mengenai Sifat Malu dan Kesopanan Rasulullah
Sunan Ibnu Majah : 1912
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1912
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ مَوْلًى لِعَائِشَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا نَظَرْتُ أَوْ مَا رَأَيْتُ فَرْجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطُّ قَالَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ أَبُو نُعَيْمٍ عَنْ مَوْلَاةٍ لِعَائِشَةَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Aku tidak pernah melihat kemaluan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sama sekali. [Abu Bakr] berkata: [Abu Nu'aim] berkata: dari [mantan budak 'Aisyah].
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aisyah radhiyallahu 'anha tidak pernah melihat kemaluan Rasulullah selama mendampingi beliau.
- Menunjukkan sifat pemalu dan tingkat kesopanan yang sangat tinggi dari pribadi Nabi.
- Pentingnya menjaga adab kesopanan dan privasi di dalam hubungan rumah tangga.
