Sunan Ibnu Majah Hadits 1914 - Allah Tidak Malu Menjelaskan Larangan Dubur
Penegasan Rasulullah Mengenai Larangan Menggauli Istri Lewat Dubur
Sunan Ibnu Majah : 1914
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1914
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ حَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هَرَمِيٍّ عَنْ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَدْبَارِهِنَّ
Khuzaimah bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran-beliau ucapkan tiga kali-, janganlah kalian mendatangi isteri-isterinya lewat dubur."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak malu dalam menyampaikan dan menjelaskan kebenaran hukum.
- Nabi mengulang larangan menggauli dubur istri sebanyak tiga kali demi menunjukkan tingkat kepentingannya.
- Umat Islam dilarang keras mempraktikkan hubungan seksual lewat dubur karena melanggar aturan agama.
