Sunan Ibnu Majah Hadits 1921 - Hukum Dimadu dengan Bibi Pihak Ayah dan Ibu
Hadits Larangan Dimadu dengan Bibi dari Pihak Ayah maupun Ibu
Sunan Ibnu Majah : 1921
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1921
حَدَّثَنَا جُبَارَةُ بْنُ الْمُغَلِّسِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّهْشَلِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي مُوسَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُنْكَحُ الْمَرْأَةِ عَلَى عَمَّتِهَا وَلَا عَلَى خَالَتِهَا
Telah menceritakan kepada kami [Jubarah bin Al Mughallis] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr An Nahsyali] berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Bakr bin Abu Musa] dari [Bapaknya] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Isteri itu tidak boleh dimadu dengan bibi perempuannya dari pihak ayah dan tidak boleh juga dimadu dengan bibi perempuannya dari pihak ibu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang wanita tidak boleh dimadu bersama dengan bibi kandung dari pihak ayahnya.
- Seorang wanita juga diharamkan dimadu bersama dengan bibi kandung dari pihak ibunya.
- Perintah ini merupakan sabda langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang wajib dipatuhi dalam syariat pernikahan.
