Sunan Ibnu Majah Hadits 1927 - Mahram Karena Hubungan Persusuan
Hukum Persusuan Mengharamkan Pernikahan Sama Seperti Hukum Nasab
Sunan Ibnu Majah : 1927
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1927
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diharamkan dari persusuan apa yang diharamkan dari nasab."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hubungan persusuan menciptakan konsekuensi hukum mahram yang kuat dalam Islam.
- Apa saja yang haram dinikahi dari jalur keluarga kandung (nasab), menjadi haram pula dari jalur persusuan.
- Hadits ini menjadi dasar penentuan siapa saja wanita yang tidak boleh dinikahi akibat riwayat persusuan di masa kecil.
