Sunan Ibnu Majah Hadits 1948 - Penegasan Aisyah Tentang Mahar Pembebasan Shafiah
Kesaksian Ibunda Aisyah Mengenai Mas Kawin Pernikahan Shafiah
Sunan Ibnu Majah : 1948
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1948
حَدَّثَنَا حُبَيْشُ بْنُ مُبَشِّرٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَ صَفِيَّةَ وَجَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا وَتَزَوَّجَهَا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerdekakan Shafiah dan menjadikan pembebasannya sebagai mahar, lalu beliau menikahinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Riwayat dari Ummul Mukminin 'Aisyah memperkuat keabsahan fakta sejarah mengenai bentuk mahar pernikahan Nabi dengan Shafiah.
- Menjadikan kemerdekaan budak sebagai mahar adalah tindakan yang diakui secara hukum syariat dan dipraktekkan langsung oleh Rasulullah.
- Pernikahan dalam Islam mengutamakan kemaslahatan, kehormatan, dan kepastian status hukum bagi pasangan suami istri.
