Sunan Ibnu Majah Hadits 1950 - Pernikahan Budak Tanpa Izin Majikan
Hukum Pernikahan Budak Tanpa Izin Tuannya dalam Islam
Sunan Ibnu Majah : 1950
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1950
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَصَالِحُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مَالِكُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مَنْدَلٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا عَبْدٍ تَزَوَّجَ بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيهِ فَهُوَ زَانٍ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Budak mana saja yang menikah tanpa seizin tuannya, maka ia adalah pezina."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang budak dilarang keras untuk melangsungkan pernikahan kecuali setelah mendapatkan izin resmi dari tuannya.
- Pernikahan budak yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa restu majikan disamakan kedudukannya dengan perbuatan zina.
- Islam mengatur hak dan kewajiban setiap lapisan masyarakat, termasuk batasan hukum pernikahan bagi para budak terhadap pemiliknya.
