Sunan Ibnu Majah Hadits 1955 - Riwayat Ibnu Abbas Tentang Nikah Saat Muhrim
Penjelasan Riwayat Ibnu Abbas Mengenai Pernikahan Saat Ihram
Sunan Ibnu Majah : 1955
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1955
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيِّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنْ أَبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَكَحَ وَهُوَ مُحْرِمٍ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Bapakku shallallahu 'alaihi wa sallam menikah dalam keadaan muhrim (sedang ihram).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa bapaknya melangsungkan pernikahan dalam kondisi sedang muhrim (berada dalam status ihram).
- Kata muhrim dalam konteks ibadah haji merujuk pada orang yang sedang terikat aturan ihram, bukan batas hubungan keluarga.
- Hadits ini menjadi bagian dari keberagaman riwayat yang diteliti para ulama untuk menyimpulkan hukum pernikahan saat manasik.
