Sunan Ibnu Majah Hadits 1956 - Larangan Menikah Bagi Orang yang Ihram
Larangan Akad Nikah dan Khitbah Bagi Jamaah yang Sedang Ihram
Sunan Ibnu Majah : 1956
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1956
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ الْمَكِّيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ نَبِيهِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُحْرِمُ لَا يَنْكِحُ وَلَا يُنْكِحُ وَلَا يَخْطُبُ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Raja Al Makki] dari [Malik bin Anas] dari [Nafi'] dari [Nabih bin Wahb] dari [Aban bin Utsman bin Affan] dari [Bapaknya] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang muhrim tidak boleh menikah, atau dinikahkan, atau meminang."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang sedang dalam kondisi ihram dilarang keras untuk melangsungkan akad pernikahan bagi dirinya sendiri.
- Seorang muhrim juga tidak sah dan tidak diizinkan untuk bertindak sebagai wali yang menikahkan orang lain.
- Larangan meminang (khitbah) berlaku selama pakaian dan status ihram belum dilepas secara syar'i.
