Sunan Ibnu Majah Hadits 1957 - Kriteria Memilih Menantu Menurut Nabi
Pentingnya Menikahkan Anak dengan Lelaki yang Baik Akhlak dan Agamanya
Sunan Ibnu Majah : 1957
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1957
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَابُورَ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْصَارِيُّ أَخُو فُلَيْحٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ ابْنِ وَثِيمَةَ النَّصْرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridlai ahlak dan agamanya, maka nikahkanlah (dengan anakmu). Jika tidak kalian lakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang banyak di muka bumi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Akhlak mulia dan pemahaman agama yang baik merupakan dua kriteria utama dalam menerima lamaran seorang pria.
- Para orang tua atau wali dianjurkan untuk tidak mempersulit pernikahan jika pelamar sudah memenuhi standar agama dan perilaku.
- Menolak pelamar saleh tanpa alasan syar'i dikhawatirkan dapat memicu timbulnya fitnah serta kerusakan moral di tengah masyarakat.
