Sunan Ibnu Majah Hadits 1983 - Larangan Percaya Sial dalam Islam
Hadits Nabi: Tidak Ada Istilah Sial dalam Islam
Sunan Ibnu Majah : 1983
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1983
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ سُلَيْمٍ الْكَلْبِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ عَمِّهِ مِخْمَرِ بْنِ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا شُؤْمَ وَقَدْ يَكُونُ الْيُمْنُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي الْمَرْأَةِ وَالْفَرَسِ وَالدَّارِ
Mikhmar bin Mu'awiyah Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada istilah sial, dan terkadang keberkahan itu ada pada tiga hal: isteri, kuda dan rumah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam menegaskan bahwa keyakinan terhadap adanya hari atau hal yang membawa kesialan itu tidak ada.
- Keberkahan atau nasib baik terkadang bisa bersumber atau ada pada tiga hal: istri, kuda (kendaraan), dan rumah.
- Pentingnya mencari kebaikan dan keberkahan dalam memilih pasangan hidup, tempat tinggal, dan sarana transportasi.
