Sunan Ibnu Majah Hadits 1997 - Hak Anak bagi Pemilik Kasur Sah
Hadits Abu Umamah Al Bahili: Hukum Nasab dan Aturan Bagi Pelaku Zina
Sunan Ibnu Majah : 1997
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1997
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا شُرَحْبِيلُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ الْبَاهِلِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ
Abu Umamah Al Bahili Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pemilik kasur berhak atas kepemilikan anak, sedangkan bagi pezina berhak atas hukuman (rajam)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nasab anak dilindungi oleh syariat melalui keabsahan hubungan pernikahan orang tuanya.
- Laki-laki pezina dihalangi dari mengklaim anak yang lahir dari hasil perbuatannya.
- Hukum Islam memberikan kepastian status sosial dan syar'i bagi anak yang lahir dalam pernikahan.
