Sunan Ibnu Majah Hadits 224 - Kewajiban Berpegang Teguh pada Ilmu
Perintah Menuntut Ilmu Sebelum Diangkat dan Kebersamaan dalam Pahala
Sunan Ibnu Majah : 224
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 224
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي عَاتِكَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ وَقَبْضُهُ أَنْ يُرْفَعَ وَجَمَعَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ الْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ هَكَذَا ثُمَّ قَالَ الْعَالِمُ وَالْمُتَعَلِّمُ شَرِيكَانِ فِي الْأَجْرِ وَلَا خَيْرَ فِي سَائِرِ النَّاسِ
Abu Umamah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaknya kalian berpegang teguh dengan ilmu ini sebelum dicabut, dan dicabutnya adalah dengan diangkat -beliau menggabungkan antara dua jarinya: jari tengah dan telunjuk seperti ini- kemudian bersabda: "Seorang alim dan penuntut ilmu bersekutu dalam pahala, dan tidak ada kebaikan pada mayoritas manusia."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam wajib memprioritaskan belajar agama sebelum ilmu tersebut hilang dari dunia seiring wafatnya para ulama.
- Guru yang mengajarkan ilmu kebaikan dan murid yang mendengarkannya berserikat atau sama-sama mendapatkan andil pahala.
- Manusia yang berpaling dari aktivitas belajar dan mengajar ilmu agama dinilai tidak memiliki kebaikan dalam hidupnya.
