Sunan Ibnu Majah Hadits 227 - Khutbah Rasulullah di Khaif Mina tentang Penyampaian Fiqih
Pentingnya Menyebarkan Sabda Nabi: Pelajaran dari Khutbah di Khaif Mina
Sunan Ibnu Majah : 227
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 227
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ السَّلَامِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْخَيْفِ مِنْ مِنًى فَقَالَ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ غَيْرِ فَقِيهٍ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا خَالِي يَعْلَى ح و حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Abdullah Salam] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri (khutbah) di Khaif Mina, beliau bersabda: "Allah akan memperindah seseorang yang mendengar perkataanku kemudian menyampaikannya. Berapa banyak orang yang menyampaikan fikih namun tidak paham dengan fikih (tersebut). Dan berapa banyak orang yang menyampaikan fikih kepada orang lain yang lebih faham dengan fikih (tersebut)." Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata: telah menceritakan kepada kami pamanku [Ya'la]. Dan menurut jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Yahya] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana hadits diatas."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah memanfaatkan momen berkumpulnya kaum muslimin di Khaif Mina untuk memberikan penekanan penting mengenai kewajiban dakwah dan menjaga ilmu.
- Doa kecerahan wajah dari nabi diperuntukkan bagi siapa saja yang aktif menjaga keaslian sabda beliau dan meneruskannya ke generasi berikutnya.
- Seorang pembawa hadits atau penyampai ilmu tetap mendapatkan keutamaan besar meskipun pendengarnya di kemudian hari memiliki pemahaman yang lebih dalam.
