Sunan Ibnu Majah Hadits 230 - Kewajiban Menyampaikan Amanah Ilmu Kepada yang Tidak Hadir
Pemberitahuan Massal: Perintah Nabi Menyebarkan Ilmu Kepada yang Absen
Sunan Ibnu Majah : 230
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 230
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَنْبَأَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ مُعَاوِيَةَ الْقُشَيْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ
Abu Usamah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah]. Dan menurut jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] berkata: telah memberitakan kepada kami [An Nadlr bin Syumail] dari [Bahz bin Hakim] dari [Bapaknya] dari kakeknya [Mu'awiyah Al Qusyairi] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah, hendaklah yang hadir memberitahukan kepada yang tidak hadir."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah menggunakan kata seru 'Ketahuilah' sebagai bentuk penegasan agar pesan yang disampaikan setelahnya benar-benar diperhatikan oleh para sahabat.
- Adanya kewajiban syar'i bagi siapa saja yang memiliki pengetahuan atau menghadiri sebuah majelis kebaikan untuk membagikan ilmunya kepada orang lain.
- Ilmu agama dalam Islam harus disebarkan secara estafet dari orang yang tahu (hadir) kepada orang yang belum tahu (tidak hadir).
