Sunan Ibnu Majah Hadits 315 - Larangan Menghadap Dua Kiblat
Memahami Maksud Larangan Menghadap Dua Kiblat Saat Buang Air
Sunan Ibnu Majah : 315
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 315
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى الْمَازِنِيُّ عَنْ أَبِي زَيْدٍ مَوْلَى الثَّعْلَبِيِّينَ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ أَبِي مَعْقِلٍ الْأَسَدِيِّ وَقَدْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَتَيْنِ بِغَائِطٍ أَوْ بِبَوْلٍ
Ma'qil bin Abu Ma'qil Al Asadi Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita menghadap dua kiblat ketika buang air besar atau air kecil."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah melarang kita menghadap dua kiblat saat buang air besar.
- Larangan ini juga berlaku sama ketika sedang buang air kecil.
- Menjaga adab kesucian terhadap arah-arah yang pernah atau menjadi kiblat ibadah umat Islam.
