Sunan Ibnu Majah Hadits 345 - Bertayamum Untuk Menjawab Salam Saat Kencing
Adab Rasulullah Melakukan Tayamum Sebelum Membalas Salam
Sunan Ibnu Majah : 345
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 345
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا مَسْلَمَةُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ فَلَمَّا فَرَغَ ضَرَبَ بِكَفَّيْهِ الْأَرْضَ فَتَيَمَّمَ ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Seorang lelaki melewati Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sedang kencing, laki-laki itu mengucapkan salam kepadanya namun beliau tidak menjawabnya. Tatkala selesai, beliau menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah dan bertayamum, setelah itu menjawab salamnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang atau tidak dianjurkan berbicara atau menjawab salam secara langsung saat sedang buang air kecil.
- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencontohkan tayamum sebagai sarana bersuci cepat untuk menyebut nama Allah.
- Menghormati kalimat salam yang di dalamnya terdapat doa dan nama Allah yang suci.
