Sunan Ibnu Majah Hadits 359 - Penggunaan Tanah untuk Najis Anjing
Kewajiban Menggunakan Campuran Tanah Saat Mencuci Bekas Jilatan Anjing
Sunan Ibnu Majah : 359
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 359
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغَفَّلِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الْإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ بِالتُّرَابِ
Abdullah Ibnul Mughaffal Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika seekor anjing menjilat bejana maka cucilah sebanyak tujuh kali dan lumurilah dengan tanah yang kedelapan kalinya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pencucian wadah yang terkena jilatan anjing dilakukan sebanyak tujuh kali menggunakan air bersih.
- Wajib menambahkan penggunaan tanah atau debu pada basuhan yang kedelapan kalinya untuk menyucikan wadah.
- Penggunaan tanah dalam proses pembersihan ini memiliki unsur kesehatan untuk menghilangkan sisa kotoran yang tidak hilang oleh air saja.
