Sunan Ibnu Majah Hadits 365 - Kebolehan Wudhu dari Sisa Air Istri
Bolehkah Suami Berwudhu Menggunakan Sisa Air Bersuci Istri?
Sunan Ibnu Majah : 365
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 365
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَتْ مِنْ جَنَابَةٍ فَتَوَضَّأَ أَوْ اغْتَسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فَضْلِ وَضُوئِهَا
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Seorang isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mandi junub lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam wudlu, atau mandi junub dari sisa air wudlunya (isteri).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Suami diperbolehkan berwudhu atau mandi menggunakan air sisa yang telah dipakai oleh istrinya.
- Air yang bersih tidak berkurang fungsi kesuciannya selama tidak tercampur zat najis.
- Mempraktikkan kesederhanaan dalam memanfaatkan sarana bersuci yang masih layak di rumah.
