Sunan an-Nasai Hadits 1028 - Jeda Tenang Saat Ruku
Menahan Posisi Tubuh Sampai Tenang Sebelum Bangkit dari Ruku'
Sunan an-Nasai : 1028
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1028
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ عُلَيَّةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَالِمٍ الْبَرَّادِ قَالَ قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ أَلَا أُرِيكُمْ كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قُلْنَا بَلَى فَقَامَ فَكَبَّرَ فَلَمَّا رَكَعَ جَافَى بَيْنَ إِبْطَيْهِ حَتَّى لَمَّا اسْتَقَرَّ كُلُّ شَيْءٍ مِنْهُ رَفَعَ رَأْسَهُ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ هَكَذَا وَقَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي
Abu Mas'ud Diriwayatkan dari:
Maukah kalian aku beritahu tentang cara shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam? Kami menjawab: "Tentu." Lalu ia berdiri dan ketika hendak ruku' ia merenggangkan kedua sikunya dari kedua lambungnya hingga tenang, kemudian ia mengangkat kepalanya. Dan ia shalat empat rakaat seperti itu, kemudian berkata: "Beginilah aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat harus ditunaikan dengan ritme perlahan hingga seluruh persendian tubuh merasakan ketenangan (tumakninah).
- Pentingnya menahan badan saat ruku' dan tidak terburu-buru mengangkat kepala ke posisi berdiri.
- Sahabat sangat gigih mewariskan cara shalat yang benar melalui metode peragaan langsung empat rakaat.
