Sunan an-Nasai Hadits 1073 - Kewajiban Takbir Intiqal dan Salam ke Dua Arah
Gerakan Shalat Sempurna: Takbir Perpindahan dan Salam Dua Arah
Sunan an-Nasai : 1073
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1073
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ وَيَحْيَى قَالَا حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَلْقَمَةَ وَالْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُ فِي كُلِّ خَفْضٍ وَرَفْعٍ وَيُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَفْعَلَانِهِ
Abdullah bin Mas'ud Diriwayatkan dari:
Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu takbir pada setiap turun ataupun bangun. beliau juga mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri. Abu Bakar dan Umar Radliyallahu 'anhuma juga melakukannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dianjurkan selalu menghadirkan bacaan takbir intiqal pada setiap momen pergantian tubuh dalam shalat dari atas ke bawah maupun sebaliknya.
- Mengucapkan salam sebagai tanda penutup shalat disunnahkan untuk dipadukan dengan gerakan menoleh ke wajah kanan lalu ke kiri.
- Menjadi bukti bahwa para penerus risalah Nabi seperti Abu Bakar dan Umar sangat setia menirukan urutan gerakan shalat dengan cermat.
