Sunan an-Nasai Hadits 124 - Adab Buang Hajat Saat Safar
Kisah Wudhu Rasulullah dengan Jubah Romawi Saat Safar
Sunan an-Nasai : 124
Sunan an-NasaiNomor Hadis 124
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ إِسْمَعِيلَ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ حَمْزَةَ بْنَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ تَخَلَّفْ يَا مُغِيرَةُ وَامْضُوا أَيُّهَا النَّاسُ فَتَخَلَّفْتُ وَمَعِي إِدَاوَةٌ مِنْ مَاءٍ وَمَضَى النَّاسُ فَذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَاجَتِهِ فَلَمَّا رَجَعَ ذَهَبْتُ أَصُبُّ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ رُومِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَأَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ يَدَهُ مِنْهَا فَضَاقَتْ عَلَيْهِ فَأَخْرَجَ يَدَهُ مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata: saya mendengar [Ismail bin Muhammad bin Sa'ad] berkata: saya mendengar [Hamzah bin Al Mughirah bin Syu'bah] bercerita dari [ayahnya] berkata: "Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Beliau bersabda: "Wahai Mughirah, belakangan saja! Dan kalian wahai manusia teruslah berjalan." Aku pun memperlambat diri dan aku membawa se-ember air, sedang sahabat lain tetap berlalu. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi buang hajat. Setelah beliau selesai, aku pergi menuangkan air untuk beliau, sedangkan beliau memakai jubah buatan Romawi yang sempit lengan bajunya, sehingga beliau tidak bisa mengeluarkan tangannya dari dalam lengan jubbahnya, maka beliau mengeluarkannya dari bawah jubbahnya. Beliau membasuh wajah dan kedua tangannya, mengusap kepalanya, dan mengusap kedua khufnya (sepatunya).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Boleh memakai pakaian buatan luar negeri (seperti jubah Romawi) asalkan menutup aurat dan suci.
- Saat buang hajat di tempat terbuka, sebaiknya menjauh dari rombongan agar aurat dan privasi terjaga.
- Mengusap khuf adalah salah satu bentuk keringanan beribadah yang sangat berguna saat sedang bepergian.
