Sunan an-Nasai Hadits 1403 - Kesempurnaan Dua Rakaat
Jumlah Rakaat Shalat Jumat, Idul Fitri, dan Safar
Sunan an-Nasai : 1403
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1403
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ قَالَ عُمَرُ صَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُمَرَ
Umar Diriwayatkan dari:
Shalat Jum'at dua raka'at, shalat Idul Fitri dua raka'at, dan shalat Safar dua raka'at. Itu semua adalah sempurna, bukan qashar (diringkas) menurut lisan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Abdurrahman berkata: Abdurrahman bin Abu Laila tidak mendengar dari Umar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat Jumat, shalat Idul Fitri, dan shalat Idul Adha selalu dilaksanakan dalam format dua rakaat yang penuh dan utuh.
- Pelaksanaan ibadah shalat saat sedang dalam perjalanan atau safar sebanyak dua rakaat dihitung sebagai kesempurnaan, bukan qashar.
- Pedoman jumlah rakaat ibadah mahdhah selalu merujuk secara pasti kepada apa yang ditetapkan dan diajarkan Rasulullah.
