Sunan an-Nasai Hadits 1423 - Nilai Sempurna Dua Rakaat Menurut Sunnah
Shalat Dua Rakaat Dinyatakan Sempurna Melalui Lisan Rasulullah
Sunan an-Nasai : 1423
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1423
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ سُفْيَانَ وَهُوَ ابْنُ حَبِيبٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عُمَرَ قَالَ صَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ وَالْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَالنَّحْرِ رَكْعَتَانِ وَالسَّفَرِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Umar Diriwayatkan dari:
Shalat Jum'at dua raka'at, shalat Idul Fitri dua raka'at, shalat Idul Adha dua raka? t, dan juga safar dua raka'at. Itu semua (dilaksanakan) sempurna bukan qashar, menurut lisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pelaksanaan jenis ibadah Jumat beserta kumpulan ibadah kedua hari raya dikerjakan genap memakai hitungan batasan dua rakaat utuh.
- Ibadah yang berstatus musafir manakala ia disingkat ke bilangan dua rakaat sudah dinilai sebagai gerakan sembahyang dengan pahala komplit tanpa cacat nilai.
- Patokan penilaian jumlah rakaat untuk sekian peribadahan tersebut mengakar kuat dan ditetapkan bersumber dari wahyu lisan pemimpin tertinggi peradaban Islam.
