Sunan an-Nasai Hadits 1528 - Shalat Satu Rakaat Saat Takut Bersama Jabir
Riwayat Makmum Langsung Salam Mengikuti Nabi Selesai Satu Rakaat
Sunan an-Nasai : 1528
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1528
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَسْعُودِيُّ قَالَ أَنْبَأَنِي يَزِيدُ الْفَقِيرُ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَامَتْ خَلْفَهُ طَائِفَةٌ وَطَائِفَةٌ مُوَاجِهَةَ الْعَدُوِّ فَصَلَّى بِالَّذِينَ خَلْفَهُ رَكْعَةً وَسَجَدَ بِهِمْ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ إِنَّهُمْ انْطَلَقُوا فَقَامُوا مَقَامَ أُولَئِكَ الَّذِينَ كَانُوا فِي وَجْهِ الْعَدُوِّ وَجَاءَتْ تِلْكَ الطَّائِفَةُ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَةً وَسَجَدَ بِهِمْ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَّمَ فَسَلَّمَ الَّذِينَ خَلْفَهُ وَسَلَّمَ أُولَئِكَ
Ahmad bin Al Miqdam Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Al Miqdam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin 'Abdullah Al Mas'udi] dia berkata: telah memberitakan kepadaku [Yazid Al Faqir] bahwasanya ia mendengar [Jabir bin 'Abdullah] dia berkata: "Kami bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, lalu dikumandangkan (seruan) untuk shalat, maka beliau berdiri, dan ada satu kelompok yang berdiri di belakangnya, dan kelompok lainnya menghadap ke arah musuh.Beliau shalat dengan satu kali ruku' dan dua kali sujud dengan kelompok yang berada di belakangnya. Kemudian mereka pergi menempati posisi teman-temannya yang tadi menghadap ke arah musuh, dan teman-temannya itu datang, lalu Rasulullah shalat bersama mereka satu kali ruku' dan dua kali sujud. Kemudian Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mengucapkan salam, dan mereka (yang ada di belakangnya) pun mengucapkan salam".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ancaman jiwa luar biasa menjadi pertimbangan syariat Islam memberi diskon tuntutan shalat hingga sampai tingkat terendahnya.
- Mengikatkan niat diri seiring lafal perpisahan salam kepemimpinan imam adalah indikasi tegak lurusnya prinsip berjamaah.
- Catatan perbedaan ragam bentuk pengerjaan memberi pencerahan jika tuntunan taktik shalat disesuaikan dengan derajat tekanan musuh.
