Sunan an-Nasai Hadits 1556 - Duduk Di Antara Dua Khutbah
Posisi Berdiri dan Duduk Sejenak dalam Rangkaian Khutbah Jumat
Sunan an-Nasai : 1556
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1556
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ سَأَلْتُ جَابِرًا أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَقْعُدُ قَعْدَةً ثُمَّ يَقُومُ
Simak Diriwayatkan dari:
Aku pernah bertanya kepada [Jabir], 'Apakah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam khutbah sambil berdiri? ' la menjawab: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam berkhutbah sambil berdiri, kemudian duduk sebentar, lalu berdiri lagi'."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Berdiri secara tegak saat menyampaikan isi khutbah adalah tata cara utama yang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah.
- Disunnahkan untuk mengambil waktu duduk sejenak sebagai jeda pemisah antara penyampaian khutbah pertama dan khutbah kedua.
- Menyampaikan khutbah Jumat hendaknya dilakukan dengan cara yang tertib dan sesuai urutan yang diajarkan agar ibadah menjadi sempurna.
