Sunan an-Nasai Hadits 1627 - Kesungguhan Tahajud
Kesungguhan Luar Biasa: Kaki Nabi Pecah-Pecah karena Shalat
Sunan an-Nasai : 1627
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1627
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ مِهْرَانَ وَكَانَ ثِقَةً قَالَ حَدَّثَنَا النُّعْمَانُ بْنُ عَبْدِ السَّلَامِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي حَتَّى تَزْلَعَ يَعْنِي تَشَقَّقُ قَدَمَاهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat hingga kedua kakinya pecah-pecah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pengorbanan dan kesungguhan fisik Nabi Muhammad dalam menjaga shalat sunnah malam.
- Kecintaan kepada Allah dapat membuat seseorang melupakan rasa letih di dunia.
- Menjadi teladan agar umat Islam tidak mudah menyerah dan bermalas-malasan dalam tahajud.
