Sunan an-Nasai Hadits 1628 - Shalat Sambil Duduk
Cara Ruku Saat Shalat Tahajud Berdiri dan Duduk
Sunan an-Nasai : 1628
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1628
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ بُدَيْلٍ وَأَيُّوبُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا صَلَّى قَائِمًا رَكَعَ قَائِمًا وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا رَكَعَ قَاعِدًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat malam beberapa lama, dan jika beliau shalat (diawali) dengan berdiri maka beliau juga ruku' dengan berdiri, dan jika shalatnya (diawali) dengan duduk maka beliau juga ruku' dengan duduk.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan mengerjakan shalat sunnah malam sambil duduk walau sebenarnya mampu berdiri.
- Kesesuaian gerakan: jika bacaan dilakukan sambil duduk, maka ruku' juga dilakukan sambil duduk.
- Bukti kemudahan syariat Islam yang menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh hamba-Nya.
