Sunan an-Nasai Hadits 1629 - Fleksibilitas Shalat
Kelonggaran Gerakan Ruku Pada Shalat Sunnah Duduk
Sunan an-Nasai : 1629
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1629
أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَائِمًا وَقَاعِدًا فَإِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ قَائِمًا رَكَعَ قَائِمًا وَإِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ قَاعِدًا رَكَعَ قَاعِدًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat dengan berdiri, juga dengan duduk. Jika beliau mengawali shalatnya dengan berdiri maka beliau ruku' dengan berdiri, sedangkan jika beliau mengawali shalatnya dengan duduk maka beliau ruku' dengan duduk.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keragaman cara Nabi dalam menunaikan shalat sunnah malam sebagai edukasi bagi umat.
- Ruku dalam shalat sunnah dapat dilakukan secara membungkuk dari posisi duduk yang nyaman.
- Agama selalu menyediakan opsi yang memudahkan agar seseorang tidak meninggalkan ibadah secara total.
