Sunan an-Nasai Hadits 1696 - Tata Cara Witir Lima dan Tujuh Rakaat
Sunnah Nabi: Menyambung Rakaat Shalat Witir Tanpa Salam
Sunan an-Nasai : 1696
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1696
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ مِقْسَمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبْعٍ أَوْ بِخَمْسٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat witir lima rakaat atau tujuh rakaat tanpa memisahkan diantara rakaat-rakaatnya dengan salam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mengerjakan shalat witir lima atau tujuh rakaat langsung tanpa jeda salam adalah amalan yang disunnahkan.
- Mengetahui variasi tata cara shalat witir Nabi membuat kita lebih leluasa beribadah.
- Dianjurkan untuk mencoba beribadah dengan cara ini agar kita lebih khusyuk dan tidak jenuh.
- Hadits ini membuktikan kuatnya fisik dan kesabaran Rasulullah dalam mendirikan shalat malam.
