Sunan an-Nasai Hadits 1704 - Singkatnya Witir Sembilan Rakaat
Penegasan Rutinitas Witir Sembilan Rakaat dan Duduk
Sunan an-Nasai : 1704
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1704
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِتِسْعٍ وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat witir sembilan rakaat, lalu shalat dua rakaat sambil duduk.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Riwayat yang disampaikan secara berulang menandakan pentingnya amalan shalat witir sembilan rakaat ini.
- Mengerjakan shalat dua rakaat dalam keadaan duduk setelah shalat witir adalah sunnah yang diakui.
- Shalat sunnah setelah witir tidak merusak atau membatalkan status shalat witir yang sudah dikerjakan.
- Membiasakan shalat malam bisa dilakukan dengan posisi tubuh yang paling nyaman bagi pengerjanya.
