Sunan an-Nasai Hadits 1841 - Ancaman Merusak Diri dan Baju Saat Sedih

Ketegasan Larangan Merusak Diri dan Baju Saat Bersedih

Sunan an-NasaiNomor Hadis 1841

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

Abdullah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek saku dan berseru dengan seruan Jahiliyyah -ketika tertimpa musibah-."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Kehilangan kendali hingga memukul diri sendiri merupakan bukti hilangnya rasa sabar.
  • Umat Islam dilarang keras meniru cara-cara orang Jahiliyah dalam merespons berita duka.
  • Menangis diperbolehkan, namun meratap dengan ucapan-ucapan buruk tidak dibenarkan.
  • Nabi tidak menganggap umatnya yang baik jika merobek pakaian karena luapan kesedihan.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami