Sunan an-Nasai Hadits 1844 - Laknat Bagi Pelaku Perbuatan Meratap Saat Musibah
Laknat Rasulullah Bagi Pelaku Ratapan Saat Ditimpa Musibah
Sunan an-Nasai : 1844
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1844
أَخْبَرَنَا هَنَّادٌ عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَهْمِ بْنِ مِنْجَابٍ عَنْ الْقَرْثَعِ قَالَ لَمَّا ثَقُلَ أَبُو مُوسَى صَاحَتْ امْرَأَتُهُ فَقَالَ أَمَا عَلِمْتِ مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ بَلَى ثُمَّ سَكَتَتْ فَقِيلَ لَهَا بَعْدَ ذَلِكَ أَيُّ شَيْءٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنْ حَلَقَ أَوْ سَلَقَ أَوْ خَرَقَ
Al Qartsa' Diriwayatkan dari:
Tatkala [Abu Musa] telah merasa berat (akan meninggal dunia), istrinya berteriak! Maka ia berkata: 'Tidakkah engkau tahu apa yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?! ' ia menjawab: 'Ya', kemudian ia diam. Lalu setelah ditanyakan kepadanya, 'Apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?!" ia menjawab, ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang mencukur (rambut kepala), meratap atau merobek (saku) -ketika tertimpa musibah-."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Berteriak histeris di dekat orang yang sedang sakit keras atau sakaratul maut sangat tidak dianjurkan.
- Nabi mendoakan keburukan atau melaknat mereka yang sengaja meratap dan merusak diri karena musibah.
- Menyampaikan hadits kepada keluarga yang sedang salah merupakan bentuk rasa sayang yang sebenarnya.
- Sikap diam istri Abu Musa setelah ditegur menunjukkan ketaatan yang baik pada ajaran syariat.
