Sunan an-Nasai Hadits 1915 - Mengantar Jenazah Sampai Selesai
Syarat Mendapatkan Pahala Sempurna Saat Mengantar Jenazah
Sunan an-Nasai : 1915
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1915
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغَفَّلِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَبِعَ جِنَازَةً حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ فَإِنْ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ
'Abdullah bin Al Mughaffal Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengantar jenazah hingga selesai penguburannya ia mendapatkan dua qirath, namun jika ia kembali sebelum selesai dari penguburannya ia mendapatkan satu qirath."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mendapatkan pahala maksimal (dua qirath) mengharuskan kita menunggu hingga proses penguburan jenazah benar-benar tuntas.
- Meninggalkan tempat pemakaman sebelum proses penguburan selesai tetap membuahkan pahala, yaitu sebesar satu qirath.
- Islam memberikan kelonggaran sesuai kemampuan, namun tetap memotivasi umatnya untuk menyempurnakan amal kebaikan.
