Sunan an-Nasai Hadits 1941 - Bolehnya Shalat Jenazah di Dalam Masjid
Hukum Melaksanakan Shalat Jenazah di Area Masjid
Sunan an-Nasai : 1941
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1941
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ ابْنِ بَيْضَاءَ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati Suhail bin Baidla' melainkan di dalam masjid.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membawa masuk jenazah seorang muslim ke dalam lingkungan masjid untuk dishalatkan adalah tindakan yang sah dan diperbolehkan.
- Rasulullah mencontohkan berbagai pilihan tempat ibadah agar umat Islam tidak merasa sempit dalam menjalankan fardhu kifayah.
- Peran Siti Aisyah sangat besar dalam menjaga kemurnian ingatan tentang sunnah-sunnah Nabi yang mungkin tidak diketahui semua sahabat.
