Sunan an-Nasai Hadits 1959 - Jarak Amal Akibat Umur Panjang
Umur Panjang Mempertinggi Derajat Amal Manusia
Sunan an-Nasai : 1959
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1959
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رُبَيِّعَةَ السُّلَمِيِّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَالِدٍ السُّلَمِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقُتِلَ أَحَدُهُمَا وَمَاتَ الْآخَرُ بَعْدَهُ فَصَلَّيْنَا عَلَيْهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُلْتُمْ قَالُوا دَعَوْنَا لَهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ أَلْحِقْهُ بِصَاحِبِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَيْنَ صَلَاتُهُ بَعْدَ صَلَاتِهِ وَأَيْنَ عَمَلُهُ بَعْدَ عَمَلِهِ فَلَمَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ قَالَ عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ أَعْجَبَنِي لِأَنَّهُ أَسْنَدَ لِي
'Ubaid bin Khalid As Sulami Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mensaudarakan antara dua orang, lalu salah satu dari keduanya terbunuh dan yang lain meninggal dunia setelahnya. Kemudian kami menshalatinya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apa yang kalian ucapkan?" mereka menjawab, "kami berdo'a untuknya: "Ya Allah, berilah ampunan kepadanya, ya Allah, rahmatilah ia, ya Allah, pertemukanlah ia dengan sahabatnya!"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dimanakah letak keistimewaan shalatnya dibandingkan shalat kawannya (kawan yang meninggal duluan)? Dan dimanakah letak amalannya dibandingkan amalan (kawan yang meninggal duluan)? Perbedaan antara keduanya bagaikan antara langit dan bumi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Panjang umur adalah nikmat besar jika digunakan untuk memperbanyak ibadah dan menambah pahala amal.
- Derajat seseorang di sisi Allah sangat ditentukan oleh seberapa banyak dan baik amalan shalat serta ibadah lainnya.
- Kita dianjurkan untuk tidak memandang rendah kematian biasa, karena ibadah yang rutin jauh lebih bernilai.
