Sunan an-Nasai Hadits 1969 - Ikhlas Mengiring Jenazah
Niat Tulus Mencari Ridha Allah Saat Takziah
Sunan an-Nasai : 1969
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1969
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَوْفٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَبِعَ جَنَازَةَ رَجُلٍ مُسْلِمٍ احْتِسَابًا فَصَلَّى عَلَيْهَا وَدَفَنَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ مِنْ الْأَجْرِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan mengharap pahala, lalu menshalatinya dan menguburkannya, baginya pahala dua qirath, dan barangsiapa yang menshalatinya, kemudian pulang sebelum dikubur, dia pulang dengan membawa pahala satu qirath."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Segala bentuk perbuatan baik seperti melayat orang wafat tidak akan dinilai tanpa adanya rasa ikhlas di hati.
- Istilah ihtisab mengajarkan kita untuk selalu meluruskan tujuan amal hanya demi berharap ganjaran Allah semata.
- Kepulangan seseorang usai shalat jenazah tanpa ikut memakamkan tetap dihargai pahala besar jika niatnya benar.
