Sunan an-Nasai Hadits 1976 - Tempat Penguburan Jenazah Korban Perang
Anjuran Menguburkan Orang yang Gugur di Lokasi Kejadian
Sunan an-Nasai : 1976
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1976
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ السَّائِبِ عَنْ رَجُلٍ يُقَالُ لَهُ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَيَّةَ قَالَ أُصِيبَ رَجُلَانِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَ الطَّائِفِ فَحُمِلَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ أَنْ يُدْفَنَا حَيْثُ أُصِيبَا وَكَانَ ابْنُ مُعَيَّةَ وُلِدَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
'Ubaidullah bin Mu'ayyah Diriwayatkan dari:
Dua orang dari kaum Muslimin gugur pada perang Thaif, lalu mereka berdua dibawa kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau memerintahkan agar mereka dikubur sebagaimana mereka meninggal, dan Ibnu Mu'ayyah dilahirkan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang terbunuh di medan perang dianjurkan untuk dikuburkan di tempat ia meninggal.
- Tidak perlu repot membawa atau memindahkan jenazah syuhada ke lokasi pemakaman lain.
- Memudahkan pengurusan jenazah korban perang dengan langsung menguburkannya di lokasi musibah.
