Sunan an-Nasai Hadits 1982 - Perbedaan Liang Lahad dan Galian Syaq
Mengutamakan Liang Lahad Dibandingkan Syaq Menurut Arahan Nabi
Sunan an-Nasai : 1982
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1982
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَذْرَمِيُّ عَنْ حُكَّامِ بْنِ سَلْمٍ الرَّازِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّحْدُ لَنَا وَالشَّقُّ لِغَيْرِنَا
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Liang lahad (galian yang dimiringkan) di tanah adalah untuk kita sedangkan Syaq (galian yang sekelilingnya di semen) adalah untuk selain kita."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam lebih diutamakan untuk menggunakan liang lahad saat memakamkan jenazah.
- Galian model syaq lebih identik digunakan oleh kaum atau umat di luar Islam.
- Islam memiliki aturan tersendiri hingga ke masalah bentuk galian kubur agar berbeda dengan yang lain.
