Sunan an-Nasai Hadits 1998 - Shalat Jenazah Wanita
Hukum Menshalati Jenazah Wanita Setelah Selesai Dimakamkan
Sunan an-Nasai : 1998
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1998
أَخْبَرَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ عَلِيٍّ وَهُوَ أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي مَرْزُوقٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرِ امْرَأَةٍ بَعْدَ مَا دُفِنَتْ
Jabir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat jenazah atas kuburan seorang wanita setelah ia dimakamkan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukum shalat jenazah di atas makam berlaku sama baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan.
- Dibolehkan melakukan shalat untuk mayit tepat sesudah ia dimasukkan ke dalam tanah.
- Menunjukkan kepedulian yang besar dari agama ini untuk terus memberikan kebaikan bagi mereka yang telah tiada.
