Sunan an-Nasai Hadits 2094 - Panduan Waktu Berpuasa
Panduan Praktis Menentukan Awal Ramadhan Berdasarkan Hadits
Sunan an-Nasai : 2094
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2094
أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَلِيٍّ صَاحِبَ حِمْصَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْهِلَالَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَعُدُّوا ثَلَاثِينَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan hilal, lalu bersabda: "Jika kalian melihatnya, berpuasalah dan jika kalian melihatnya maka berbukalah. Jika tertutup dari pandangan kalian, hitunglah menjadi tiga puluh hari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mulailah berpuasa dan berhari raya dengan berpatokan penuh pada pandangan melihat datangnya bulan sabit.
- Apabila posisi hilal tidak kelihatan karena gangguan cuaca di langit, cukup sempurnakan hitungan hari dalam sebulan menjadi genap tiga puluh.
- Syariat agama tidak membiarkan umatnya tersesat dalam keraguan lewat pemberian panduan jadwal waktu yang terukur serta ringan diamalkan.
