Sunan an-Nasai Hadits 214 - Hukum Mandi dan Ihram Saat Nifas
Hukum Mandi dan Berihram bagi Wanita yang Sedang Nifas
Sunan an-Nasai : 214
Sunan an-NasaiNomor Hadis 214
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ فِي حَدِيثِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ حِينَ نُفِسَتْ بِذِي الْحُلَيْفَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَبِي بَكْرٍ مُرْهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُهِلَّ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Asma' binti Umais ketika ia sedang nifas di Dzul Hulaifah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakar: "Suruh ia mandi lalu berihram (dan mengucap talbiyah)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keadaan nifas sama sekali tidak membatalkan hak atau niat seseorang untuk ikut serta memulai ibadah haji atau umrah.
- Disunnahkan kuat bagi wanita yang baru melahirkan atau nifas untuk tetap mandi ihram di titik miqat demi menjaga kebersihan.
- Mengucapkan talbiyah dan masuk ke dalam rukun ihram tetap sah dilakukan, namun thawaf ditunda hingga masa nifas bersih sepenuhnya.
