Sunan an-Nasai Hadits 2142 - Tanda Fajar yang Menjadi Batas Sahur
Cara Nabi Mengenali Fajar Batas Berhenti Makan Sahur
Sunan an-Nasai : 2142
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2142
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَنْبَأَنَا سَوَادَةُ بْنُ حَنْظَلَةَ قَالَ سَمِعْتُ سَمُرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغُرَّنَّكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا هَذَا الْبَيَاضُ حَتَّى يَنْفَجِرَ الْفَجْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا يَعْنِي مُعْتَرِضًا قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَبَسَطَ بِيَدَيْهِ يَمِينًا وَشِمَالًا مَادًّا يَدَيْهِ
Samurah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian tertipu adzan Bilal dan juga warna putih ini, hingga fajar bersinar begini dan begini." Artinya: cahaya yang melintang." Abu Daud (salah seorang perawi hadits ini) berkata: "Dan beliau membentangkan kedua tangannya ke arah kanan dan ke arah kiri dengan memanjangkan kedua tangannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam diajarkan untuk teliti dan waspada dalam mengenali tanda waktu masuknya shalat subuh.
- Munculnya cahaya menjulang tinggi di malam hari bukanlah waktu yang tepat untuk mulai menahan diri dari sahur.
- Waktu puasa baru sah dimulai ketika cahaya alam fajar memancar merata secara mendatar, yang dikenal sebagai fajar shadiq.
