Sunan an-Nasai Hadits 2184 - Puasa Milik Allah
Ibadah Puasa Sebagai Amal Khusus Milik Allah
Sunan an-Nasai : 2184
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2184
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ الْمُنْذِرَ بْنَ عُبَيْدٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصَّائِمُ يَفْرَحُ مَرَّتَيْنِ عِنْدَ فِطْرِهِ وَيَوْمَ يَلْقَى اللَّهَ وَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Orang yang berpuasa bergembira dua kali: ketika berbuka dan pada saat bertemu Allah. Dan aroma mulut orang yang berpuasa sungguh lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pahala berpuasa tidak bisa dihitung batasannya karena langsung dikaruniakan oleh Allah SWT.
- Ibadah puasa menjadi bukti nyata cinta seorang hamba kepada Tuhannya karena menahan nafsu diri sendiri.
- Kenikmatan makanan saat berbuka puasa mengingatkan kita pada besarnya karunia Allah SWT.
