Sunan an-Nasai Hadits 221 - Larangan Kencing di Air Tergenang
Larangan Kencing di Air Tergenang Menurut Hadits
Sunan an-Nasai : 221
Sunan an-NasaiNomor Hadis 221
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْمُقْرِي عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian buang air kecil dalam air yang diam (tergenang), kemudian mandi darinya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jangan buang air kecil di genangan air agar lingkungan terhindar dari najis.
- Genangan air yang telah terkena air kencing sebaiknya tidak digunakan untuk mandi.
- Menjaga kesucian sumber air yang tidak mengalir merupakan anjuran penting dalam Islam.
