Sunan an-Nasai Hadits 2229 - Larangan Puasa yang Membahayakan Safar
Menolak Kebaikan yang Datang Lewat Penyiksaan Diri
Sunan an-Nasai : 2229
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2229
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَخَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَسَنٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seseorang yang menaungi dirinya dengan sesuatu -karena panas dan dahaga- dalam perjalanan, maka beliau bersabda: "Bukan termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyengajakan tubuh berada pada risiko panas tinggi demi puasa adalah kekeliruan besar [9.1.3].
- Islam adalah ajaran seimbang yang tidak meminta pemeluknya mengorbankan hal medis demi ritual.
- Menghentikan ibadah demi keselamatan tubuh dalam keadaan bahaya bernilai pahala ketaatan juga.
