Sunan an-Nasai Hadits 2236 - Kebolehan Berbuka Puasa Saat Safar
Kebolehan Berbuka Puasa dan Keringanan Shalat Ketika Safar
Sunan an-Nasai : 2236
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2236
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْحَرَّانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ أَنَّ أَبَا أُمَيَّةَ الضَّمْرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَفَرٍ وَهُوَ صَائِمٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا تَنْتَظِرْ الْغَدَاءَ قَالَ إِنِّي صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَالَ أُخْبِرْكَ عَنْ الصِّيَامِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنْ الْمُسَافِرِ الصِّيَامَ وَنِصْفَ الصَّلَاةِ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ أَنْبَأَنَا عَلِيٌّ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ رَجُلٍ أَنَّ أَبَا أُمَيَّةَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَفَرٍ نَحْوَهُ
Abu Umayyah Adl Dlamri Diriwayatkan dari:
Ia datang untuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari bepergian, lalu beliau bersabda: "Tunggulah makan siang, wahai Abu Umayah!" Aku berkata: " aku sedang berpuasa." Maka beliau bersabda: "Kemari, mendekatlah kepadaku hingga kuberitahukan kepadamu tentang -sesuatu yang berkenaan dengan- orang yang bepergian. Allah telah membebaskan puasa dan setengah shalat darinya."Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ali] dari [Yahya] dari [Abu Qilabah] dari [seseorang], bahwa [Abu Umayyah] mengabarkan kepadanya, ia datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari bepergian sebagaimana hadits diatas.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan bagi seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh untuk tidak berpuasa.
- Allah mensyariatkan qashar atau meringkas shalat menjadi setengah sebagai bentuk rahmat bagi orang yang bepergian.
- Pengetahuan tentang syariat Islam harus disampaikan dengan ramah sebagaimana Nabi mengajak sahabatnya mendekat.
